Senjaku Hilang

wpid-img_20150707_175011.jpg

Aku sudah lupa bagaimana cara menikmati senja. Kota ini hampir tak memberiku waktu luang untuk sekedar duduk tak melakukan apa-apa sembari menyaksikan matahari yang tenggelam pelan-pelan.

Berangkat tatkala sinar matahari masih bagus untuk kesehatan tulang dan pulang ketika bulan telah menggantung di langit menjadi rutinitasku tiap hari. Gedung menghadap arah Timur laut. Semuanya terlalu sempurna untuk membuat senja menghilang dari kehidupanku.

Jangan pernah melupakan senja, sekalipun jangan. Karena jika iya, mungkin kamu sudah kehilangan separuh umurmu, jiwamu dan kehidupanmu. Karena sesungguhnya kau telah habis dimakan rutinitasmu. Maka janganlah kau melupakan senja, dan ketika kau tak melihatnya hari ini, kau seharusnya khawatir.

Aku tertohok ketika membaca tulisan itu di sini. Mungkinkah aku sudah kehilangan separuh umurku? Jiwaku? Kehidupanku?
Aku memang belum habis dimakan rutinitas. Tapi, ya. Aku mulai terkikis oleh rutinitas.

Namun siapakah yang bisa lari dari fase kehidupan? Aku telah melewati masa di mana waktu begitu melimpah, senja mudah ditemui, dan obrolan-obrolan menyenangkan bersama kawan hampir tiap malam dilakukan.
Masa itu telah habis, kurasa. Aku memasuki sebuah fase baru yang membuatku jetlag.

Kabar baiknya, sekarang hari Sabtu, dan aku sedang tidak punya rencana apapun. Aku akan menanti senja dari sedikit ruang terbuka di lantai dua kos. Semoga gedung tinggi di belakang itu tidak nakal dan menyembunyikan senja dari pandanganku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s