Apakah Aku Sudah Jadi ‘Anak’ Jakarta?

DSC_0944
Suatu sore di Jakarta. Foto di ambil dari rooftop kantor.

Halo. Ini adalah upaya ketigaku untuk menulis blog dalam dua hari terakhir. Dua upayaku yang sebelumnya berakhir di draft bersama 32 bangkai-bangkai tulisan lain. Butuh tekad yang kuat untuk meneruskan kalimat demi kalimat. Bagiku, distraksi media sosial dan godaan kasur empuk nan nyaman merupakan ujian paling berat ketika hendak menulis.

Sudah empat bulan aku berada di ibukota. Semakin hari, aku semakin terbiasa dengan bising kendaraan, harga-harga mahal, ritme kerja yang aduhai, dan  suhu udara yang tak pernah gagal membuatku kegerahan. Oiya, aku juga sudah tahu bagaimana rasanya kebanjiran, padahal kamar kosku terletak di lantai 3. Bagaimana?  Apa  aku sudah tampak sangat ‘Jakarta’?

Tapi sepertinya belum, sih. Soalnya, aku masih takjub dengan kemacetan Jakarta. Kok bisa macet separah itu ya? Kok orang-orang itu tahan ya? Buat aku yang hanya perlu berjalan kaki selama lima menit untuk sampai ke kantor, ketabahan dan kesabaran orang-orang Jakarta ketika terjebak macet itu benar-benar patut diacungi jempol!

Aku juga belum pernah naik commuter line. Aku baru sekali naik bus Transjakarta. Aku baru sekali berkunjung ke mall untuk bersenang-senang. Sebelumnya aku memang pernah dua kali ke mall yang luar biasa megah—aku lupa namanya, tapi itu dalam rangka penugasan, jadi tidak masuk hitungan.

Apa lagi, ya?

Aku masih tetap ber-aku-kamu. Sempat dikomentari oleh seorang rekan, “Ih kayak orang pacaran aja sih pake aku-kamu.”

“…”

Aku ingin sekali melanjutkan tulisan ini, tapi aku ngantuk. Sekarang sudah pukul 1.24 dini hari dan tujuh setengah jam lagi aku harus pergi bekerja, menghadap komputer hingga sembilan jam kemudian. Intinya, Jakarta masih rimba belantara bagiku. Ada banyak hal yang harus aku ketahui tentang Jakarta. Sayangnya, aku terlanjur menciptakan Jakarta sebagai kota yang ‘buruk’ dibenakku. Tapi aku yakin, kota ini memiliki hal menarik sama banyaknya dengan hal menyebalkan yang sudah terlabel padanya. Aku hanya perlu mengenalnya dengan baik.

 

Semoga aku tidak malas lagi untuk bercerita di sini

7 pemikiran pada “Apakah Aku Sudah Jadi ‘Anak’ Jakarta?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s